Sports

.

Saturday, April 11, 2026

Video Viral, Siswa SMP Tewas Saat Uji Coba Senjata Rakitan

 
FB News - Siak, Riau — Dunia pendidikan kembali dikejutkan oleh tragedi. Seorang siswa SMP Sains Tahfizh Islamic Center, Muhammad Aqil Arizal (15), meninggal dunia setelah senapan rakitan berbasis 3D printing yang ia peragakan dalam ujian praktik sains meledak, Rabu (8/4/2026) pagi.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30–10.30 WIB. Senapan rakitan yang dipamerkan korban tiba-tiba berasap lalu meledak, menimbulkan serpihan yang mengenai tubuhnya. Aqil sempat mendapat pertolongan, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah dimakamkan di Suak Santai, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, pada hari yang sama.

Polres Siak segera melakukan olah TKP dan menyita senapan rakitan sebagai barang bukti. Pihak sekolah menghentikan ujian praktik setelah insiden ini. Video detik-detik ledakan yang beredar di media sosial memicu keprihatinan luas.

Tragedi ini menyoroti lemahnya pengawasan terhadap eksperimen berbahaya di sekolah. Kreativitas siswa memang harus didukung, tetapi tanpa standar keselamatan, inovasi bisa berubah menjadi ancaman. Pemerintah, sekolah, dan orang tua dituntut lebih waspada agar ruang belajar tetap aman bagi masa depan anak bangsa. (NN)



Wednesday, April 1, 2026

Peradi Jambi Akan Gelar Halal Bihalal, Satukan Advokat dalam Silaturahmi

 

FBNews - Jambi, 1 April 2026 – Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) pimpinan Prof. Dr. Otto Hasibuan, SH, MM melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Jambi yang diketuai oleh Dr. Muhammad Syahlan Samosir, SH, MH akan menggelar acara halal bihalal bersama seluruh advokat di bawah naungan DPC Peradi Jambi.  


Acara silaturahmi ini dijadwalkan berlangsung pada 19 April 2026 bertempat di Hotel Aston Jambi, dengan mengundang seluruh advokat anggota DPC Peradi Jambi.  


Halal bihalal ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat solidaritas profesi, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga marwah dan integritas advokat di Jambi.  


Ketua DPC Peradi Jambi, Dr. Muhammad Syahlan Samosir, SH, MH, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tradisi pasca-Ramadan, tetapi juga wadah konsolidasi organisasi. “Melalui halal bihalal, kita ingin meneguhkan semangat kebersamaan dan memperkuat sinergi antaradvokat dalam menjalankan tugas profesi yang mulia,” ujarnya.  


Dengan dukungan penuh dari Peradi pusat di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Otto Hasibuan, SH, MM, acara ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi yang berkesan, sekaligus memperkokoh eksistensi Peradi Jambi sebagai wadah resmi advokat di daerah.  (AKH)








Sunday, March 29, 2026

Mengungkap Formula Semen Lokal Sumatra di Bawah Tahun 1900 M Sebelum Era Portland

 

 

Sejarah semen di Sumatra tidak bisa dilepaskan dari jalur perdagangan internasional. Sebelum tahun 1900, semen rakyat sudah dipakai untuk membangun masjid, rumah gadang, benteng, dan istana. Formula itu bukan sekadar hasil eksperimen lokal, melainkan juga buah dari pertemuan budaya dengan para pedagang asing—khususnya pedagang Turki yang menjejakan piramida dagang mereka di pesisir Sumatra.  


Para pedagang Turki membawa lebih dari sekadar rempah dan kain. Mereka memperkenalkan teknik mortar kapur yang sudah lama dipakai dalam arsitektur Islam di Istanbul dan Anatolia. Kapur bakar dicampur dengan pasir halus dan air, menghasilkan perekat yang lentur dan tahan iklim lembap. Teknik ini kemudian dipelajari dan diadaptasi oleh masyarakat Aceh dan Minangkabau, lalu menyebar ke Jambi. Masjid tua di pesisir Sumatra menjadi bukti nyata bahwa formula semen ala Turki benar-benar dipraktikkan.  


Belanda kemudian masuk dengan sistem masonry Eropa. Mereka memperkenalkan pencampuran kapur dan pasir dengan takaran lebih terukur, dipadukan dengan bata merah untuk bangunan kolonial. Sementara itu, pengaruh Jerman hadir lewat teknologi kiln—pembakaran kapur bersuhu tinggi—yang kelak menjadi dasar semen Portland. Namun, semua pengaruh luar ini tidak menghapus identitas lokal. Orang Sumatra tetap mengolah bahan alam mereka sendiri: kapur, tanah liat, pasir, bahkan putih telur sebagai penguat alami.  


Bangunan-bangunan bersejarah yang masih berdiri hingga kini menjadi saksi nyata. Istana Maimun di Medan (1888–1891), dengan perpaduan arsitektur Melayu, Islam, Spanyol, India, dan Italia, tetap kokoh. Masjid Raya Al-Osmani (1872), masjid tertua di Medan, masih berdiri dengan perekat tradisional. Benteng Van der Capellen di Batusangkar (1820-an) dan Benteng De Kock di Bukittinggi (1825) adalah bukti bahwa semen rakyat mampu menopang bangunan kolonial. Masjid Raya Binjai dari abad ke-19, Gedung Balai Kota Lama Padang, dan Gedung London Sumatra di Medan juga menunjukkan jejak mortar kapur lokal. Bahkan Kompleks Percandian Muaro Jambi yang berasal dari abad ke-9 hingga ke-14, meski jauh lebih tua, tetap menjadi bukti bahwa perekat tradisional sudah lama dipakai di Sumatra.  


Ketika pabrik Semen Padang berdiri pada 1910, ia bukanlah titik awal, melainkan kelanjutan dari perkembangan semen tradisional yang sudah lebih lama ada di Sumatra. Semen Portland hanyalah bab baru dalam perjalanan panjang perekat lokal yang telah membuktikan kekuatannya. Bangunan tua yang masih tegak hingga kini adalah bukti nyata bahwa semen rakyat Sumatra tetap kokoh, bahkan melampaui kolonialisme.  


Semen modern hanyalah kelanjutan, bukan awal. Yang sejati adalah semen rakyat—warisan kokoh yang lahir dari kreativitas lokal, diperkaya oleh pedagang Turki, sistem Belanda, dan teknologi Jerman. Warisan ini layak kita ingat kembali, bukan sekadar sebagai catatan sejarah, tetapi sebagai pengingat bahwa Sumatra sudah lama berdiri di atas fondasi yang mereka ciptakan sendiri.  (Red)









Monday, March 16, 2026

Reputasi Bank 9 Jambi di Ujung Tanduk

 

FB News - Bank Jambi bukan baru sekali ini jadi sorotan. Sejarah panjang masalah internal sudah lama menghantui: mulai dari kasus pegawai yang menilep dana nasabah, hingga skandal korupsi miliaran rupiah yang melibatkan oknum di dalamnya. Semua itu meninggalkan noda yang belum sepenuhnya hilang. Dan hari ini, noda lama itu seakan menemukan puncaknya: sistem Bank Jambi rusak, saldo nasabah hilang, dan ribuan orang harus berdesakan hanya untuk mengambil uang tunai jelang Lebaran.  


Publik melihat langsung betapa rapuhnya manajemen bank daerah ini. Tidak ada aktivitas penggantian kartu ATM, tidak ada sistem antrean digital, yang ada hanya kerumunan panjang di cabang-cabang. Pegawai kewalahan menghadapi amarah nasabah, media ramai menyiarkan keributan, dan suasana yang seharusnya penuh sukacita berubah menjadi panggung frustrasi. Antrean panjang jelang Lebaran bukan sekadar masalah teknis, melainkan simbol runtuhnya kepercayaan publik.  

Di balik semua itu, pemerintah daerah sebagai pemegang saham utama justru terlihat menggunakan cara otoriter. ASN dan pihak yang berurusan keuangan dengan Pemda tetap diarahkan ke Bank Jambi, seolah-olah tidak ada pilihan lain. Publik melihatnya sebagai pemaksaan terselubung—bar-bar dalam arti mempertahankan simbol bank daerah dengan aturan administratif, bukan dengan kualitas layanan. Akibatnya, bukan hanya reputasi bank yang runtuh, tapi juga wibawa pemerintah daerah ikut tercoreng.  


Mengaku salah memang sudah dilakukan, tapi publik tidak butuh kata-kata manis. Mereka butuh solusi nyata, hari ini, bukan besok. Bank Jambi harus segera menambah jalur layanan darurat, membuka posko khusus penarikan tunai agar antrean tidak menumpuk di cabang utama, dan berani bekerja sama sementara dengan bank mitra untuk membantu distribusi layanan keuangan. Komunikasi aktif setiap hari juga wajib dilakukan, bukan sekadar siaran pers, melainkan update rutin yang membuat masyarakat merasa diperhatikan. Dan yang paling penting, transparansi penuh atas hasil investigasi harus diumumkan, karena publik lebih percaya pada kejujuran daripada janji kosong.  


Reputasi bank daerah tidak bisa dipertahankan dengan paksaan administratif. Kepercayaan publik hanya bisa kembali jika ada tindakan nyata yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekarang. Jika tidak, Bank Jambi akan terus dikenal sebagai bank daerah yang mempertahankan simbol dengan cara otoriter, bukan dengan pelayanan yang layak. Dan ketika reputasi benar-benar jatuh, dampaknya bukan hanya pada bank, tapi juga pada pemerintah daerah yang menjadi pemegang saham.  


Opini: Adv. Yan Salam Wahab, SHI. M.Pd

Tuesday, March 3, 2026

Opini : Strategi Adu Domba terhadap Dunia Islam

 

FB News - Di Timur Tengah, konflik seolah tidak pernah berhenti. Banyak orang melihat bahwa sebagian besar masalah bukan hanya lahir dari dalam, tapi juga dari pihak luar yang sengaja memainkan strategi adu domba. Caranya mudah ditebak: satu negara dituduh, negara lain diminta percaya, lalu keduanya saling curiga. Akhirnya, umat Islam sibuk bertengkar sendiri, sementara pihak luar yang diuntungkan.


Salah satu contoh nyata adalah pengeboman kilang minyak di Arab Saudi. Begitu ada serangan atau kebakaran, tuduhan langsung diarahkan ke Iran. Media internasional ikut menggiring opini bahwa Iran adalah ancaman utama. Padahal, Iran berkali-kali membantah, menegaskan tidak pernah menyerang fasilitas Saudi. Ada analisis yang menyebut serangan itu bisa saja dilakukan pihak ketiga, lalu dituduhkan ke Iran, supaya hubungan Iran–Arab Saudi makin buruk.  


Arab Saudi sering menerima tuduhan terhadap Iran tanpa banyak bukti. Akibatnya, hubungan kedua negara semakin renggang. Di satu sisi, Riyadh terlihat lebih dekat dengan Barat dan sekutu mereka. Tapi di sisi lain, strategi ini membuat dunia Islam makin terpecah dan sulit bersatu.  


Selain serangan fisik, isu Sunni–Syiah, Wahabi, dan aliran lain juga sering dijadikan bahan adu domba. Perbedaan mazhab yang seharusnya bisa dikelola dengan dialog malah dipelihara jadi konflik. Inilah jebakan yang berbahaya: umat Islam diarahkan untuk saling menuduh berdasarkan label mazhab, padahal musuh sebenarnya adalah pihak luar yang memanfaatkan perpecahan itu.  


Hal yang sama bisa kita lihat di Indonesia. Ada kelompok-kelompok dalam Islam sendiri yang kadang diperalat untuk memainkan isu sektarian. Perbedaan mazhab atau aliran dijadikan bahan provokasi, sehingga umat Islam di dalam negeri pun ikut terpecah. Padahal, kalau umat Islam sibuk bertengkar soal label, yang rugi bukan hanya satu kelompok, tapi seluruh umat.  


Karena itu, Islam harus pintar dan kaya. Pintar dalam membaca situasi, tidak mudah terprovokasi. Kaya dalam arti luas: kaya ilmu, kaya ekonomi, kaya persatuan. Sebab kemiskinan, baik kemiskinan materi maupun kemiskinan pemikiran, sering mendekatkan pada kekufuran. Umat yang miskin mudah dipecah, mudah diadu, dan mudah digoyah. Sebaliknya, umat yang kaya dan cerdas akan lebih kuat, lebih mandiri, dan tidak mudah diperdaya oleh strategi adu domba.  


Siapa yang untung dari perpecahan? Pihak luar. Dengan umat Islam sibuk berkonflik, mereka lebih mudah menguasai jalur energi dan perdagangan. Pasar minyak dunia ikut diuntungkan karena harga naik setiap kali ada ketegangan. Israel dan Barat juga diuntungkan: posisi Iran melemah, sementara Arab Saudi semakin bergantung pada mereka.  


Dampaknya jelas: kilang minyak rusak, ekonomi terganggu, politik terpecah, dan kepercayaan antarnegara hilang karena tuduhan tanpa bukti. Semua ini adalah efek domino dari strategi adu domba yang dijalankan pihak luar.  


Kesimpulannya, pengeboman kilang minyak hanyalah satu contoh bagaimana dunia Islam dijadikan arena permainan geopolitik. Serangan terjadi, tuduhan diarahkan, solidaritas melemah. Ditambah isu sektarian yang terus digoreng, dunia Islam makin terpecah. Tantangan terbesar adalah menyadari jebakan ini, memperkuat komunikasi, dan tidak mudah percaya pada narasi yang sengaja dibuat untuk memecah belah. Baik di Timur Tengah maupun di Indonesia, umat Islam harus cerdas, bersatu, dan benar-benar kaya agar tidak mudah digoyah.  


Di tulis Oleh :

Adv. Yan Salma Wahab, SHI. M.Pd


Thursday, February 19, 2026

Kebakaran Hebat, SMPN 2 Sungai Penuh, Walikota Turun Langsung ke Lokasi

 

FB News - Kebakaran hebat melanda SMP Negeri 2 Sungai Penuh pada Kamis pagi,  (19/2/26), sekitar pukul 09.00 WIB. Api pertama kali terlihat dari kantin sekolah yang terbuat dari material kayu. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan merambat ke ruang kelas di lantai dua. Kepanikan sempat terjadi di lingkungan sekitar sekolah, dengan warga bergegas datang untuk memastikan kondisi Sekolah.  


Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Sungai Penuh bersama Satpol PP bergerak cepat dengan mengerahkan enam armada. Setelah berjuang keras, api berhasil dipadamkan sekitar 15 menit kemudian. Meski demikian, enam ruang kelas dan kantin hangus terbakar. Jendela, atap, serta sejumlah fasilitas belajar rusak parah. Beruntung, saat kejadian siswa sedang libur awal Ramadan sehingga tidak ada korban jiwa. Hingga kini aparat masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran.  

Walikota Sungai Penuh langsung turun ke lokasi kebakaran untuk meninjau kondisi sekolah. Kehadiran Walikota di tengah warga menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap musibah yang menimpa dunia pendidikan. Ia memberikan arahan agar proses pemulihan segera dilakukan, termasuk langkah darurat untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Pemerintah daerah berjanji akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan masyarakat guna mempercepat perbaikan fasilitas yang rusak.  


Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana di lingkungan sekolah. Dukungan masyarakat, orang tua, dan pemerintah diharapkan mampu mempercepat pemulihan sehingga semangat belajar siswa SMPN 2 Sungai Penuh tetap terjaga.  (NN)











Wednesday, January 14, 2026

Video Guru Dikeroyok Murid di Tanjabtim, Heboh dan Jadi Sorotan Publik

 

FB News - Insiden pengeroyokan guru di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, mendadak menghebohkan publik setelah video kejadian beredar luas di media sosial. Guru bernama Agus Saputra mengaku sudah dua tahun mengalami perundungan verbal dari sejumlah murid sebelum akhirnya konflik memuncak menjadi bentrokan fisik.  


Menurut Agus, teguran yang ia sampaikan kepada murid berupa kalimat motivasi justru dianggap menyinggung. Ketika murid membalas dengan kata-kata kasar, ia menampar siswa tersebut. Situasi semakin panas saat sekelompok murid menantang sang guru pada jam istirahat, hingga berujung pada pengeroyokan di area sekolah. Agus kemudian melaporkan kasus ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk meminta perlindungan dan tindak lanjut.  

Dari sisi murid, beberapa di antara mereka mengaku tersulut emosi karena merasa teguran sang guru merendahkan. Mereka menilai tindakan Agus yang menampar siswa memicu kemarahan, sehingga terjadi pengeroyokan. Dalam video yang viral, terlihat Agus sempat membawa celurit untuk membubarkan murid yang mengepungnya. Hal ini menimbulkan perdebatan: sebagian masyarakat menilai guru kehilangan kendali, sementara pihak lain menekankan bahwa murid sudah melampaui batas.  


Pihak sekolah menyatakan akan melakukan investigasi internal dan menyerahkan kasus ini ke Dinas Pendidikan. Pemerintah daerah menegaskan bahwa insiden ini tidak boleh dibiarkan, baik tindakan murid maupun reaksi guru harus ditangani sesuai aturan. “Guru harus dilindungi, tapi murid juga berhak mendapat pembinaan. Kami akan menindaklanjuti dengan langkah hukum dan pendidikan,” ujar pejabat Dinas Pendidikan Jambi.  

Masyarakat luas mengecam keras kejadian tersebut. Sebagian menilai insiden ini sebagai alarm bahaya bagi dunia pendidikan, di mana otoritas guru semakin rapuh dan murid menjadikan kekerasan sebagai bahasa perlawanan. Namun ada juga suara yang mengingatkan bahwa guru perlu menjaga cara berkomunikasi agar tidak menyinggung perasaan murid.  


Kasus ini bukan sekadar persoalan individu, melainkan cermin krisis komunikasi dan etika di sekolah. Publik berharap penanganan dilakukan secara adil dan menyeluruh, sehingga guru tetap dihormati, murid mendapat pembinaan yang mendidik, dan ruang belajar kembali menjadi tempat yang aman serta penuh penghormatan.  (NN)





Sunday, January 4, 2026

Aksi Spektakuler Pengurus Wilayah LSM Talago Batuah Provinsi Bengkulu: Pengawasan Perkebunan Disatukan dengan Hunting Bersama Perbakin

 

 

FB News - Bengkulu – Pengurus Wilayah LSM Talago Batuah Provinsi Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan keamanan masyarakat. Dalam kegiatan rutin kali ini, mereka melakukan pengawasan wilayah perkebunan sekaligus menggelar hunting bersama Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin). Hunting difokuskan pada pembasmian hama babi yang selama ini meresahkan petani dan merusak tanaman perkebunan.  


Tim LSM Talago Batuah meninjau sejumlah titik perkebunan untuk memastikan tata kelola lahan berjalan sesuai aturan, tidak menimbulkan konflik, serta berpihak pada kepentingan masyarakat. Pengawasan ini juga menjadi sarana membangun komunikasi dengan pihak perusahaan agar tercipta suasana kondusif dan berkelanjutan.  

Ketua Wilayah LSM Talago Batuah Provinsi Bengkulu, M. Asyur, SE, menegaskan komitmen organisasi dalam menjaga keberlanjutan perkebunan sekaligus membantu petani menghadapi ancaman hama. “Kegiatan pengawasan perkebunan ini adalah komitmen kami untuk memastikan tata kelola lahan berjalan sesuai aturan dan berpihak pada masyarakat. Dengan hunting bersama Perbakin dan dukungan perusahaan, kami membantu petani membasmi hama babi sekaligus menanamkan kedisiplinan, konsentrasi, serta rasa tanggung jawab bagi anggota. Sinergi ini menjadi bukti bahwa LSM, lembaga resmi, dan dunia usaha dapat bekerja bersama demi keamanan dan ketertiban di Bengkulu.”  


Hunting bersama Perbakin tidak hanya menjadi solusi praktis bagi petani, tetapi juga membangun solidaritas antarorganisasi. Perwakilan Perbakin Bengkulu menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat sipil dan pihak perusahaan.  


Masyarakat sekitar menyambut baik kegiatan gabungan ini karena dinilai mampu memperkuat koordinasi antara organisasi masyarakat sipil, lembaga resmi, dan dunia usaha. Sinergi tersebut diharapkan menjadi contoh kolaborasi positif dalam menjaga keamanan wilayah perkebunan sekaligus mempererat hubungan sosial di Bengkulu.  (NN)






Saturday, December 27, 2025

Sertifikasi Mediator Jadi Jalan Karier bidang Hukum Bagi Non-Sarjana, bisa Resmi Bergelar C.Med

 

FB News - Jakarta, Desember 2025 – Profesi hukum selama ini identik dengan gelar sarjana hukum (S.H.). Namun, menjelang berlakunya KUHAP baru pada 2 Januari 2026, jalur karier hukum terbuka semakin luas. Kini, siapa pun, bahkan yang bukan sarjana hukum atau tanpa ijazah S1 formal  asal memiliki Ijazah SLTA/Sederajat atau paket C, bisa berkarier di bidang hukum melalui jalur sertifikasi mediator.  


KUHAP baru menekankan pentingnya keadilan restoratif. Dalam mekanisme ini, mediator bersertifikat berperan sebagai fasilitator perdamaian. Hasil mediasi wajib dituangkan dalam akta perdamaian yang memiliki kekuatan eksekutorial setara putusan pengadilan. Dengan posisi tersebut, mediator bersertifikat diakui setara hakim dalam ruang mediasi, meski tidak memiliki gelar akademik hukum.  

Lulusan sertifikasi mediator berhak menyandang gelar Certified Mediator (C.Med). Gelar ini menjadi identitas resmi yang diakui Mahkamah Agung dan lembaga mediasi. C.Med menegaskan kompetensi seseorang sebagai mediator profesional, terlepas dari latar belakang pendidikan. Dengan gelar ini, mediator dapat berpraktik di pengadilan maupun di luar pengadilan, menangani sengketa bisnis, keluarga, komunitas, hingga pidana berbasis keadilan restoratif.  


Sertifikasi mediator membuka pintu karier hukum bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. Mereka bisa berpraktik di pengadilan sebagai mediator resmi bergelar C.Med, membangun karier di lembaga mediasi, kantor hukum, perusahaan, atau organisasi masyarakat, serta mengembangkan spesialisasi di bidang mediasi bisnis, keluarga, komunitas, hingga pidana. Artinya, tanpa ijazah sarjana hukum sekalipun, seseorang tetap bisa berkarier di bidang hukum dengan jalur sertifikasi mediator.  


Kesepakatan damai yang dibuat tanpa mediator bersertifikat tidak diakui pengadilan. Akibatnya, perdamaian dianggap tidak sah dan perkara tetap berjalan.  


Normand Edwin Elnizar, praktisi hukum, menegaskan:  

“Sertifikasi mediator adalah jalur legal yang sah untuk berkarier di bidang hukum, bahkan bagi mereka yang bukan sarjana hukum. Dengan gelar C.Med, mediator memiliki pengakuan resmi dan kekuatan eksekutorial.”  


Dengan sertifikasi resmi dan gelar C.Med, peluang karier terbuka lebar, mulai dari pengadilan hingga dunia bisnis. Di era KUHAP baru yang menekankan keadilan restoratif, mediator bersertifikat akan menjadi profesi vital, setara hakim dalam ruang mediasi, dan memiliki gelar profesi yang diakui.  (AAH)









Thursday, December 11, 2025

Pemerintah Kecamatan Pondok Tinggi Gelar Sosialisasi Stunting untuk Bunda PAUD

 

FB News - Sungai Penuh, Kamis (11/12/2025) – Pemerintah Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, hari ini menggelar sosialisasi pencegahan stunting yang diikuti oleh seluruh Bunda PAUD desa dan kelurahan se-Kecamatan Pondok Tinggi. Acara berlangsung di aula kecamatan dengan dihadiri Camat Pondok Tinggi, Romi Putra Samy, beserta seluruh jajaran perangkat desa dan lurah.  


Dalam sambutannya, Camat Romi Putra Samy menegaskan bahwa peran Bunda PAUD sangat penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pola asuh dan gizi anak.  

> “Stunting adalah ancaman serius bagi masa depan generasi kita. Melalui Bunda PAUD, kita bisa memastikan orang tua mendapat pemahaman yang benar tentang gizi dan tumbuh kembang anak,” ujar Romi Putra Samy.  


Kegiatan ini juga menekankan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah kecamatan, desa, kelurahan, dan lembaga pendidikan anak usia dini. Diskusi interaktif turut digelar, memberi ruang bagi Bunda PAUD untuk berbagi pengalaman dan tantangan di lapangan.  

Pemerintah Kecamatan Pondok Tinggi berkomitmen melanjutkan program pencegahan stunting secara berkelanjutan melalui pendampingan, edukasi, dan monitoring. Dengan dukungan penuh dari seluruh lurah dan perangkat desa, diharapkan angka stunting di wilayah Pondok Tinggi dapat ditekan secara signifikan.  (Ade P)








Tuesday, December 9, 2025

Walikota Sungai Penuh Resmikan Peletakan Batu Pertama Gedung Koperasi Merah Putih di Desa Aur Duri Pondok Tinggi

 

FB News - Sungai Penuh – Walikota Sungai Penuh Alfin bersama Wakil Walikota, jajaran Forkopimda, serta pihak TNI dari Kodim Kerinci secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Gerai, Gudang, dan Kantor Koperasi Merah Putih di Desa Aur Duri, Kecamatan Pondok Tinggi. Prosesi ini berlangsung khidmat dan menjadi tanda dimulainya pembangunan fasilitas koperasi yang akan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat.  


Dalam sambutannya, Walikota Alfin menegaskan koperasi Merah Putih bukan hanya wadah usaha, tetapi simbol kebersamaan dan semangat nasionalisme. “Koperasi adalah pilar ekonomi rakyat. Dengan adanya gerai, gudang, dan kantor ini, masyarakat akan lebih mudah berusaha dan memperkuat kemandirian ekonomi,” ujarnya.  

Kepala Desa Aur Duri, Hendri Fetria Naldi, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dan TNI. “Kami masyarakat Aur Duri menyambut baik pembangunan ini. Kehadiran koperasi akan menjadi motor penggerak ekonomi desa dan membuka peluang usaha bagi warga,” tegasnya.  


Dukungan dari pihak TNI Kodim Kerinci juga menegaskan komitmen aparat negara dalam mengawal pembangunan ekonomi kerakyatan. “Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjaga keberlangsungan koperasi ini,” ungkap perwakilan Kodim Kerinci.  


Masyarakat Desa Aur Duri menyambut antusias pembangunan ini dengan harapan koperasi dapat menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, wadah usaha kecil, dan administrasi yang transparan. Peletakan batu pertama ini menandai langkah tegas menuju kemandirian ekonomi dan kebersamaan masyarakat Sungai Penuh. (Ade P)









Thursday, November 20, 2025

Pengadilan Tinggi Jambi Cetak Rekor Layanan Kilat: 76 Advokat Disumpah, Berita Acara Terbit hanya kurang dari 2 Jam!

 


FB News
- Jambi, 20 November — Pengadilan Tinggi Jambi kembali mencatatkan sejarah. Sebanyak 76 advokat resmi disumpah dalam prosesi sakral penuh khidmat. Namun, sorotan utama bukan hanya pada jumlah advokat yang dilantik, melainkan pada layanan super kilat yang ditorehkan: Berita Acara Sumpah langsung terbit hanya dalam waktu kurang dari 2 jam setelah prosesi berlangsung.


Biasanya, di banyak pengadilan tinggi lain, penerbitan Berita Acara Sumpah membutuhkan waktu berhari-hari. Proses administrasi yang panjang sering kali menjadi kendala bagi advokat baru yang ingin segera melanjutkan langkah profesionalnya. Namun, Pengadilan Tinggi Jambi berhasil mematahkan kebiasaan lama dengan menghadirkan layanan yang cepat, efisien, dan berintegritas.

Apresiasi pun datang dari para advokat yang merasakan langsung manfaatnya. Halida Zia menyampaikan:  

"Pelayanan ini sangat membantu kami dalam memperoleh Berita Acara Sumpah serta legalisirnya. Kami yang tinggal jauh dari lokasi pelantikan merasa sangat terbantu dengan inovasi cepat seperti ini."  


Sementara itu, Yan Salam, advokat asal Kabupaten Kerinci, menambahkan:  

"Inovasi layanan cepat ini sangat memudahkan kami. Proses administrasi menjadi jelas, ringkas, dan tidak memakan waktu lama. Kami sangat mengapresiasi."  


Dengan capaian ini, Pengadilan Tinggi Jambi tidak hanya melantik advokat, tetapi juga menegaskan diri sebagai pelopor layanan prima yang melampaui standar umum, sekaligus menjadi teladan nasional dalam menghadirkan pelayanan peradilan modern. (ZKP)







Wednesday, November 19, 2025

Peradi Jambi Sukses Gelar Prosesi Pengangkatan Advokat Baru 2025

 


FB News - Jambi – Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jambi sukses melaksanakan prosesi pengangkatan advokat baru tahun 2025. Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum penting bagi dunia hukum di Jambi, sekaligus menegaskan komitmen organisasi dalam mencetak generasi advokat yang berintegritas.  


Prosesi tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi, Zul Armain Azis, SH., MH. Kehadiran beliau memberikan legitimasi sekaligus dorongan moral bagi para advokat baru yang resmi diangkat. Dalam sambutannya, Zul Armain Azis menekankan bahwa profesi advokat adalah profesi mulia yang menuntut keberanian, integritas, dan komitmen penuh terhadap penegakan hukum.  

“Advokat harus berdiri tegak membela hak masyarakat, menjaga marwah hukum, dan menjadi garda terdepan dalam menegakkan keadilan,” ujar Zul Armain Azis.  


Acara berlangsung tertib dengan nuansa penuh penghormatan terhadap nilai-nilai profesi. Para advokat baru mengucapkan sumpah profesi di hadapan pengurus Peradi dan tamu undangan. Kehadiran DPN Peradi menegaskan dukungan pusat terhadap penguatan organisasi di daerah.  


Dengan bertambahnya advokat baru, Peradi Jambi berharap akses masyarakat terhadap bantuan hukum semakin terbuka. Regenerasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan hukum, sekaligus memperkuat posisi advokat sebagai mitra strategis dalam pembangunan hukum nasional.  (Red)



Wednesday, November 12, 2025

Pengadilan Tinggi Jambi Gelar Verifikasi Berkas Calon Advokat Jelang Sumpah 20 November 2025


FB News
- Jambi – Kepaniteraan Hukum Pengadilan Tinggi Jambi melaksanakan verifikasi berkas calon advokat pada Rabu (12/11/2025) sebagai tahapan wajib sebelum prosesi sumpah advokat yang dijadwalkan Kamis, 20 November 2025.  


Sebanyak 74 calon advokat dari naungan PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia) hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Proses verifikasi dipimpin oleh Panitera Muda Hukum PT Jambi, Risa Fitriyani, S.H., bersama tim dari Kepaniteraan Hukum.  

Verifikasi bertujuan memastikan kelengkapan administrasi dan keabsahan dokumen, sehingga calon advokat yang akan diambil sumpah benar-benar memenuhi syarat formil dan materil sesuai ketentuan hukum. Kegiatan berlangsung tertib dan lancar, meski masih ditemukan beberapa kekurangan administratif yang segera diminta untuk dilengkapi.  


Di tengah rangkaian verifikasi, muncul kabar duka: salah satu peserta atas nama Indy Zhafira, S.H., M.H. berasal dari Tebo meninggal dunia karena sakit, sehingga tidak dapat melanjutkan prosesi sumpah advokat.  

Ketua PERADI Jambi, Dr. Muhammad Syahlan Samosir, S.H., M.H., menyampaikan belasungkawa:  

 “Kami keluarga besar PERADI Jambi turut berduka cita atas meninggalnya saudari Indy Zhafira. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.”  


Seluruh calon peserta yang hadir dalam verifikasi juga menyampaikan rasa duka dan kehilangan atas berpulangnya rekan mereka.  


Dengan selesainya verifikasi berkas, seluruh calon advokat yang memenuhi syarat akan mengikuti prosesi sumpah advokat di Pengadilan Tinggi Jambi pada Kamis, 20 November 2025. Agenda ini menjadi momentum penting bagi lahirnya advokat baru yang diharapkan menjaga profesionalitas dan integritas dalam penegakan hukum di Provinsi Jambi.  (Red)






Monday, November 10, 2025

Video : Baju Robek dan Lusuh Jadi Tren Fashion Mewah, Harga Tembus Belasan Juta

 

FB News -  10 November 2025 — Dunia fashion kembali membuat publik geleng kepala. Setelah Balenciaga sukses menjual habis jaket “Destroyed” seharga belasan juta rupiah, kini muncul tren yang lebih absurd: baju robek, lusuh, bahkan yang biasa ditemukan di tong sampah atau sudah jadi lap lantai dijadikan inspirasi koleksi pakaian kelas atas.  


Pakaian yang jelas-jelas tidak layak pakai — penuh sobekan, kusut, dan noda permanen — kini dipajang di butik mewah dengan label “street authenticity.” Ironisnya, busana yang sehari-hari hanya pantas jadi kain pel lantai dijual dengan harga fantastis. Kaos lusuh dengan noda misterius dilepas Rp5 juta, celana robek tiga bagian Rp8 juta, dan jaket belel edisi terbatas mencapai Rp15 juta.  


Fenomena ini langsung viral di media sosial. Selebriti dan influencer kaya raya berpose dengan gaya “lusuh chic,” lengkap dengan pakaian robek yang sengaja dibuat tampak tidak layak pakai. Mereka menulis caption seperti “This is freedom. This is authenticity.” Publik pun terbelah: ada yang menyebutnya seni avant-garde, ada pula yang menilai ini sekadar parodi kemiskinan yang dijual mahal.  


Tren ini menegaskan absurditas fashion kontemporer. Dunia mode kerap mengambil inspirasi dari penderitaan atau keterbatasan, lalu menjualnya kembali dengan harga selangit. Orang-orang yang benar-benar hidup dengan pakaian lusuh tetap berjuang di jalanan, sementara gaya mereka dijadikan tren oleh orang kaya yang mencari sensasi. (Red) 







Sunday, November 9, 2025

Hati‑Hati, Marak Penculikan Anak! Balita Bilqis Diculik Saat Bermain di Makassar, Enam Hari Kemudian Ditemukan Selamat di Merangin Jambi

 

FB News - Makassar dan Jambi digemparkan oleh kasus penculikan anak lintas provinsi. Balita bernama Bilqis Ramadhany (4) dilaporkan hilang pada Minggu (2/11/2025) saat bermain di Taman Pakui Sayang, Makassar. Enam hari kemudian, Sabtu (8/11/2025), Bilqis ditemukan selamat di Kabupaten Merangin, Jambi. Penemuan ini memicu kehebohan besar karena korban dibawa ribuan kilometer dari lokasi awal.  


Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jambi menyebut ada tiga pelaku yang membawa Bilqis hingga ke Jambi. Mereka ditangkap di Merangin setelah aparat menelusuri jejak perjalanan korban. Dari pemeriksaan awal, para pelaku berencana menjual Bilqis dengan harga puluhan juta rupiah. Polisi menegaskan kasus ini murni kejahatan penculikan dengan motif ekonomi.  

Bilqis hilang ketika ayahnya sedang berolahraga tenis di taman. Rekaman CCTV memperlihatkan seorang perempuan membawa korban menjauh. Setelah pencarian intensif, tim gabungan Polda Jambi, Polrestabes Makassar, dan Polres Merangin berhasil menemukan Bilqis di permukiman Suku Anak Dalam, Tabir Selatan, Merangin. Saat ditemukan, ia dalam kondisi sehat namun mengalami trauma setelah enam hari bersama pelaku.  


Kasus ini menimbulkan kehebohan luar biasa. Warga Makassar dan Jambi menyebut peristiwa ini sebagai bukti nyata keberanian sindikat penculikan anak lintas provinsi. Media sosial dipenuhi dukungan untuk keluarga Bilqis dan desakan agar pelaku dijatuhi hukuman berat. Aktivis perlindungan anak menegaskan perlunya sistem peringatan dini dan edukasi masyarakat agar kasus serupa tidak terulang.  

Polisi mengingatkan masyarakat untuk lebih hati‑hati di tengah maraknya kasus penculikan anak. Orang tua diminta lebih ketat mengawasi anak di ruang publik. Anak perlu diajarkan menolak ajakan orang asing, dan warga diminta segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan. Aparat menekankan bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya keluarga, tetapi juga masyarakat luas.  


Kasus Bilqis menjadi peringatan keras bahwa penculikan anak adalah ancaman nyata lintas daerah. Penemuan di Merangin menegaskan pentingnya solidaritas warga dan respons cepat aparat agar tidak ada lagi korban berikutnya. (NN)









Tuesday, October 28, 2025

Rakyat Merangin Kecewa: Polemik Dapur MBG Dinilai Sarat Ego Pejabat, Minim Solusi Nyata

 

FB News - MERANGIN, 28 Oktober 2025 — Ketegangan antara Anggota DPD RI Elviana dan Wakil Ketua DPRD Merangin Tri Herman Ependi terkait dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, memantik reaksi keras dari masyarakat. Di tengah riuhnya pernyataan politik dan sindiran terbuka, warga justru merasa terpinggirkan dari isu yang menyangkut langsung kehidupan mereka.


Konflik bermula dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Tri Herman ke dapur MBG, yang disebut menimbulkan asap dan lalu lintas kendaraan pengangkut logistik di kawasan perumahan subsidi . Elviana membalas lewat unggahan media sosial dengan kutipan: “Jika Anda tidak terlalu bersih, tidak usah merepotkan orang lain.” Kalimat itu viral dan memicu perdebatan di ruang publik.

Namun bagi warga sekitar kawasan dapur, polemik ini lebih menyerupai panggung adu kata antar pejabat daripada upaya menyelesaikan persoalan di lapangan.


“Kami ini bukan penonton politik. Kami orang dekat kawasan dapur itu. Kami yang kena asap, kami yang lihat kendaraan-kendaraan keluar masuk tiap hari. Kalau niatnya sosial, kenapa tidak dijelaskan sejak awal? Kalau ada masalah, kenapa saling serang di media?” ujar seorang warga Sungai Ulak.


Program MBG disebut sebagai inisiatif sosial pribadi yang dikelola oleh Yayasan Panji Bangun Negeri, tanpa dana pemerintah. Elviana menyatakan bahwa pembangunan dapur telah sesuai prosedur dan telah berkoordinasi dengan pihak terkait. Namun warga tetap mempertanyakan transparansi dan dampak lingkungan dari aktivitas dapur tersebut.


Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Merangin sebelumnya telah meminta Pemkab meninjau ulang lokasi dapur MBG, namun hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah daerah. Diamnya Pemkab dinilai memperburuk situasi dan memperbesar ruang konflik antar tokoh.


“Kalau dapur itu untuk anak-anak, bagus. Tapi jangan sampai anak-anak makan, orang sekitar batuk-batuk. Jangan sampai niat baik jadi gaduh karena ego pejabat,” ujar tokoh pemuda Merangin yang tidak mau disebutkan namanya.


Di media sosial dan forum warga, kritik satir bermunculan. Warga menyindir bahwa asap dapur kini menjadi simbol panasnya debat politik, sementara kebutuhan dasar masyarakat justru diabaikan.


“Pejabatnya ribut, pemerintahnya diam, rakyatnya bingung. Ini dapur atau drama?” tulis salah satu komentar yang viral di grup komunitas lokal.


Rakyat Merangin menuntut kejelasan, bukan konflik. Mereka berharap agar pejabat publik mengedepankan transparansi, membuka data, dan menyelesaikan persoalan melalui mekanisme resmi. Jika ada pelanggaran, tempuh jalur hukum. Jika ingin membela diri, lakukan dengan etika dan tanggung jawab. Demokrasi lokal harus berpihak pada rakyat, bukan pada ego antar elite. (NN)









Monday, October 13, 2025

Nomor HP yang Tak Pernah Berganti: Bukti Psikologis, Sosiologis, dan Profesional Bahwa Ia Layak Dipercaya

 

FB News - Dalam dunia profesional dan publik, kepercayaan tidak dibangun dari kata-kata manis, melainkan dari integritas yang bisa diverifikasi. Salah satu indikator paling konkret dan mudah dikenali? Nomor HP yang tidak pernah berganti, dan tetap digunakan untuk berkomunikasi dengan publik secara terbuka dan responsif.


Nomor Lama, Komunikasi Nyata

Seseorang yang mempertahankan satu nomor HP selama 8–10 tahun, lalu tetap melayani publik melalui nomor itu, menunjukkan bahwa dia:

- Tidak menyembunyikan diri  

- Tidak memutus akses sosial  

- Tidak takut dikritik atau dimintai pertanggungjawaban


Nomor itu bukan sekadar alat komunikasi, tapi simbol keterbukaan dan integritas sosial. Ia menjawab pesan, menerima panggilan, dan tetap hadir bahkan saat konflik muncul. Ia tidak pernah berkata “maaf saya sudah ganti nomor” atau “DM saja dulu.” Ia hadir, menjawab, dan bertanggung jawab.

Sebaliknya, orang yang sering gonta-ganti nomor HP adalah orang yang terindikasi bermasalah—secara sosial, profesional, atau psikologis—dan tidak layak dipercaya penuh. Ia membangun jarak, menghindari jejak, dan memutus kontinuitas relasi. Dalam dunia yang menuntut akuntabilitas, pola seperti ini bukan hanya tidak profesional—ia adalah sinyal bahaya.


Di Negara Maju, Integritas Dimulai dari Nomor HP. Sebab di negara-negara maju, di mana pendidikan tinggi, literasi digital, dan kecerdasan sosial menjadi standar umum—nomor HP bukan sekadar alat teknis. Ia adalah indikator awal yang tidak bisa ditawar untuk menilai apakah seseorang:

- Layak dipercaya  

- Siap diajak kerja sama  

- Memiliki integritas sosial yang stabil


Orang yang sulit dihubungi, sering berganti nomor, atau membangun jarak komunikasi dianggap tidak siap secara sosial maupun profesional. Sebaliknya, mereka yang mempertahankan nomor lama dan tetap responsif menunjukkan bahwa mereka siap diverifikasi, siap dimintai pertanggungjawaban, dan siap hadir dalam relasi jangka panjang.


Menurut Psikolog, komunikasi Dr. Jordan Peterson menegaskan:

 “Konsistensi dalam komunikasi adalah fondasi kepercayaan. Jika seseorang mengganti nomor setiap kali ada tekanan, itu bukan tanda kedewasaan—itu tanda penghindaran.”


Dalam psikologi sosial, integritas bukan soal niat baik, tapi soal pola perilaku yang stabil dan dapat diprediksi. Orang yang mempertahankan nomor HP lama dan tetap responsif menunjukkan bahwa ia siap hadir, siap mendengar, dan siap bertanggung jawab.


Menurut Sosiolog Prof. Sherry Turkle dari MIT menyatakan:

 “Nomor yang tetap dan bisa diakses adalah bentuk kehadiran sosial yang nyata. Ia menunjukkan bahwa seseorang tidak membangun jarak palsu dan siap hadir dalam relasi yang bertanggung jawab.”


Dalam konsep continuity of social access, integritas sosial berarti tidak menghilang saat dibutuhkan. Orang yang menjaga nomor HP tetap selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa ia tidak bermasalah secara sosial, tidak punya pola menghindar, dan tidak membangun ilusi eksklusivitas.


Menurut Pengusaha

Dalam dunia bisnis berstandar tinggi, nomor HP adalah indikator awal integritas yang tidak bisa ditawar. Pengusaha besar tidak menilai seseorang dari citra, jabatan, atau presentasi—mereka melihat apakah orang itu bisa dihubungi langsung, lewat nomor yang konsisten.


Bill Gates menyatakan:  

 “Kalau Anda tidak bisa dihubungi, Anda tidak bisa dipercaya. Nomor HP yang tetap adalah bentuk komitmen terhadap keterbukaan.”


Richard Branson menegaskan:  

 “Saya selalu menjaga agar orang bisa menghubungi saya, bahkan lewat nomor pribadi. Kalau Anda ganti nomor tiap konflik, itu bukan profesionalisme.”


Mark Cuban menambahkan:  

 “Kalau saya tidak bisa menghubungi seseorang langsung lewat nomor yang sama, saya tidak akan berbisnis dengannya.”


Nomor HP yang tetap selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa seseorang tidak membangun jarak palsu, tidak bermain citra, dan tidak lari dari tanggung jawab. Ia siap dihubungi, siap diverifikasi, dan siap hadir kapan pun dibutuhkan.


Psikolog, sosiolog, dan pengusaha sepakat: orang yang mempertahankan nomor HP lama, tetap melayani publik, dan mudah dihubungi adalah sosok yang memiliki integritas nyata—bukan hanya citra.


Ia tidak lari, tidak sembunyi, dan tidak membangun jarak palsu. Dan dalam dunia profesional berstandar tinggi, integritas dimulai dari hal paling sederhana: nomor HP yang tetap, bisa diakses, dan siap menjawab.


Bila ia mudah dihubungi dan cepat merespons, maka ia bukan hanya layak dipercaya—ia layak dipertahankan. (Red)



Thursday, October 9, 2025

Video Kakek-Kakek Semakin di Depan: Mbah Tarman Sukses Menikahi Gadis Muda dengan Mahar Cek Palsu Rp3 Miliar

 

FB News - Pacitan, Jawa Timur — Pernikahan antara Mbah Tarman (74) dan Sheila Arika (24) yang sempat viral karena mahar senilai Rp3 miliar kini berubah menjadi kasus dugaan penipuan. Cek yang dijadikan mas kawin ternyata tidak memiliki dana, dan Mbah Tarman dilaporkan kabur membawa sepeda motor milik keluarga pengantin wanita.


Pernikahan yang awalnya disebut sebagai “cinta lintas generasi” kini lebih dikenal sebagai “penipuan lintas usia.” Warga menyebutnya sebagai pernikahan tercepat berubah status: dari viral ke visum.


Mahar Fantastis, Saldo Fantasi


Dalam prosesi ijab kabul yang disiarkan di media sosial, Mbah Tarman menyerahkan seperangkat alat salat dan selembar cek berlogo bank sebagai mahar. Namun, saat keluarga Sheila mencoba mencairkan cek tersebut, pihak bank menyatakan tidak ada dana yang tersedia.


“Ceknya memang ada, dari BCA, tiga miliar rill sebagai mas kawin. Tapi uangnya nggak ada,” ujar salah satu kerabat Sheila.  

Ceknya berlogo bank, tapi isinya lebih mirip janji kampanye: ramai di awal, hilang saat ditagih.


Kabur Bawa Motor, Bukan Mahar


Setelah kebohongan terungkap, Mbah Tarman dilaporkan meninggalkan rumah keluarga Sheila dan membawa sepeda motor milik mempelai wanita. Mobil mewah yang digunakan saat resepsi, seperti Toyota Camry dan Avanza, ternyata hanya mobil sewaan. Sumber menyebutkan bahwa seluruh biaya pesta ditanggung oleh pihak Sheila.


Warga menyebut ini sebagai “resepsi subsidi silang”—yang bayar bukan yang menikah, yang kabur malah bawa kendaraan.


Potensi Jerat Hukum


Jika terbukti bahwa Mbah Tarman sengaja memberikan cek palsu sebagai mahar untuk memperdaya Sheila dan keluarganya, maka ia dapat dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. Fakta bahwa ia juga membawa kabur barang milik korban dapat memperkuat unsur pidana.


Publik pun bertanya-tanya: apakah penjara punya fasilitas lansia dan ruang khusus untuk mantan pengantin viral?


Peringatan yang Diabaikan


Kerabat dan tetangga Sheila mengaku telah memberikan peringatan sebelum pernikahan berlangsung.  

“Semuanya sudah mengingatkan, sedulur-sedulur, tetangga-tetangga. Cuma beliaunya tidak menggubris,” kata salah satu kerabat dalam siaran langsung TikTok.


Cinta memang buta, tapi saldo itu transparan. Sayangnya, Sheila lebih percaya pada logo bank daripada logika.


Kesimpulan: Di era digital, kakek-kakek bukan hanya di barisan depan senam lansia, tapi juga di barisan depan penipuan mahar. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi dokumen dan latar belakang sebelum menerima janji manis dalam bentuk cek. Karena cinta sejati itu bukan soal nominal, tapi soal bisa dicairkan atau tidak. (AAH)






Thursday, October 2, 2025

Perampokan Brutal di Talang Bakung, Jambi: IRT Tewas, Mobil Pajero Raib

 

FB News - Jambi, 2 Oktober 2025 — Seorang ibu rumah tangga bernama Nindia Novrin (38) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, RT 22 Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi. Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.30 WIB dan diduga kuat merupakan aksi perampokan disertai kekerasan.


Korban pertama kali ditemukan oleh asisten rumah tangga, Aslamah (45), yang curiga mendengar suara erangan dari dalam kamar. Pintu kamar terkunci dengan tali gorden, dan saat berhasil dibuka bersama warga dan Ketua RT, korban ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka parah di tangan, wajah lebam, dan pendarahan di kepala belakang. Korban sempat dilarikan ke RS Siloam Jambi namun dinyatakan meninggal dunia.

Barang-barang yang dilaporkan hilang antara lain:

- Mobil Mitsubishi Pajero Sport putih dengan nomor polisi AD 77 RA

- Dua unit iPhone

- Satu unit ponsel lainnya


Kapolresta Jambi, Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah TKP, memasang garis polisi, dan mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi. Tim Inafis dan Unit Reskrim Polresta Jambi tengah memburu pelaku yang diduga masuk ke rumah korban saat dini hari.


Korban diketahui hendak menjual mobil dan sedang tinggal seorang diri. Motif perampokan diduga berkaitan dengan transaksi kendaraan, namun penyelidikan masih berlangsung. (AAH)