Sports

.
Showing posts with label Internasional. Show all posts
Showing posts with label Internasional. Show all posts

Tuesday, March 3, 2026

Opini : Strategi Adu Domba terhadap Dunia Islam

 

FB News - Di Timur Tengah, konflik seolah tidak pernah berhenti. Banyak orang melihat bahwa sebagian besar masalah bukan hanya lahir dari dalam, tapi juga dari pihak luar yang sengaja memainkan strategi adu domba. Caranya mudah ditebak: satu negara dituduh, negara lain diminta percaya, lalu keduanya saling curiga. Akhirnya, umat Islam sibuk bertengkar sendiri, sementara pihak luar yang diuntungkan.


Salah satu contoh nyata adalah pengeboman kilang minyak di Arab Saudi. Begitu ada serangan atau kebakaran, tuduhan langsung diarahkan ke Iran. Media internasional ikut menggiring opini bahwa Iran adalah ancaman utama. Padahal, Iran berkali-kali membantah, menegaskan tidak pernah menyerang fasilitas Saudi. Ada analisis yang menyebut serangan itu bisa saja dilakukan pihak ketiga, lalu dituduhkan ke Iran, supaya hubungan Iran–Arab Saudi makin buruk.  


Arab Saudi sering menerima tuduhan terhadap Iran tanpa banyak bukti. Akibatnya, hubungan kedua negara semakin renggang. Di satu sisi, Riyadh terlihat lebih dekat dengan Barat dan sekutu mereka. Tapi di sisi lain, strategi ini membuat dunia Islam makin terpecah dan sulit bersatu.  


Selain serangan fisik, isu Sunni–Syiah, Wahabi, dan aliran lain juga sering dijadikan bahan adu domba. Perbedaan mazhab yang seharusnya bisa dikelola dengan dialog malah dipelihara jadi konflik. Inilah jebakan yang berbahaya: umat Islam diarahkan untuk saling menuduh berdasarkan label mazhab, padahal musuh sebenarnya adalah pihak luar yang memanfaatkan perpecahan itu.  


Hal yang sama bisa kita lihat di Indonesia. Ada kelompok-kelompok dalam Islam sendiri yang kadang diperalat untuk memainkan isu sektarian. Perbedaan mazhab atau aliran dijadikan bahan provokasi, sehingga umat Islam di dalam negeri pun ikut terpecah. Padahal, kalau umat Islam sibuk bertengkar soal label, yang rugi bukan hanya satu kelompok, tapi seluruh umat.  


Karena itu, Islam harus pintar dan kaya. Pintar dalam membaca situasi, tidak mudah terprovokasi. Kaya dalam arti luas: kaya ilmu, kaya ekonomi, kaya persatuan. Sebab kemiskinan, baik kemiskinan materi maupun kemiskinan pemikiran, sering mendekatkan pada kekufuran. Umat yang miskin mudah dipecah, mudah diadu, dan mudah digoyah. Sebaliknya, umat yang kaya dan cerdas akan lebih kuat, lebih mandiri, dan tidak mudah diperdaya oleh strategi adu domba.  


Siapa yang untung dari perpecahan? Pihak luar. Dengan umat Islam sibuk berkonflik, mereka lebih mudah menguasai jalur energi dan perdagangan. Pasar minyak dunia ikut diuntungkan karena harga naik setiap kali ada ketegangan. Israel dan Barat juga diuntungkan: posisi Iran melemah, sementara Arab Saudi semakin bergantung pada mereka.  


Dampaknya jelas: kilang minyak rusak, ekonomi terganggu, politik terpecah, dan kepercayaan antarnegara hilang karena tuduhan tanpa bukti. Semua ini adalah efek domino dari strategi adu domba yang dijalankan pihak luar.  


Kesimpulannya, pengeboman kilang minyak hanyalah satu contoh bagaimana dunia Islam dijadikan arena permainan geopolitik. Serangan terjadi, tuduhan diarahkan, solidaritas melemah. Ditambah isu sektarian yang terus digoreng, dunia Islam makin terpecah. Tantangan terbesar adalah menyadari jebakan ini, memperkuat komunikasi, dan tidak mudah percaya pada narasi yang sengaja dibuat untuk memecah belah. Baik di Timur Tengah maupun di Indonesia, umat Islam harus cerdas, bersatu, dan benar-benar kaya agar tidak mudah digoyah.  


Di tulis Oleh :

Adv. Yan Salma Wahab, SHI. M.Pd


Saturday, December 27, 2025

Sertifikasi Mediator Jadi Jalan Karier bidang Hukum Bagi Non-Sarjana, bisa Resmi Bergelar C.Med

 

FB News - Jakarta, Desember 2025 – Profesi hukum selama ini identik dengan gelar sarjana hukum (S.H.). Namun, menjelang berlakunya KUHAP baru pada 2 Januari 2026, jalur karier hukum terbuka semakin luas. Kini, siapa pun, bahkan yang bukan sarjana hukum atau tanpa ijazah S1 formal  asal memiliki Ijazah SLTA/Sederajat atau paket C, bisa berkarier di bidang hukum melalui jalur sertifikasi mediator.  


KUHAP baru menekankan pentingnya keadilan restoratif. Dalam mekanisme ini, mediator bersertifikat berperan sebagai fasilitator perdamaian. Hasil mediasi wajib dituangkan dalam akta perdamaian yang memiliki kekuatan eksekutorial setara putusan pengadilan. Dengan posisi tersebut, mediator bersertifikat diakui setara hakim dalam ruang mediasi, meski tidak memiliki gelar akademik hukum.  

Lulusan sertifikasi mediator berhak menyandang gelar Certified Mediator (C.Med). Gelar ini menjadi identitas resmi yang diakui Mahkamah Agung dan lembaga mediasi. C.Med menegaskan kompetensi seseorang sebagai mediator profesional, terlepas dari latar belakang pendidikan. Dengan gelar ini, mediator dapat berpraktik di pengadilan maupun di luar pengadilan, menangani sengketa bisnis, keluarga, komunitas, hingga pidana berbasis keadilan restoratif.  


Sertifikasi mediator membuka pintu karier hukum bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. Mereka bisa berpraktik di pengadilan sebagai mediator resmi bergelar C.Med, membangun karier di lembaga mediasi, kantor hukum, perusahaan, atau organisasi masyarakat, serta mengembangkan spesialisasi di bidang mediasi bisnis, keluarga, komunitas, hingga pidana. Artinya, tanpa ijazah sarjana hukum sekalipun, seseorang tetap bisa berkarier di bidang hukum dengan jalur sertifikasi mediator.  


Kesepakatan damai yang dibuat tanpa mediator bersertifikat tidak diakui pengadilan. Akibatnya, perdamaian dianggap tidak sah dan perkara tetap berjalan.  


Normand Edwin Elnizar, praktisi hukum, menegaskan:  

“Sertifikasi mediator adalah jalur legal yang sah untuk berkarier di bidang hukum, bahkan bagi mereka yang bukan sarjana hukum. Dengan gelar C.Med, mediator memiliki pengakuan resmi dan kekuatan eksekutorial.”  


Dengan sertifikasi resmi dan gelar C.Med, peluang karier terbuka lebar, mulai dari pengadilan hingga dunia bisnis. Di era KUHAP baru yang menekankan keadilan restoratif, mediator bersertifikat akan menjadi profesi vital, setara hakim dalam ruang mediasi, dan memiliki gelar profesi yang diakui.  (AAH)









Wednesday, July 30, 2025

Dunia Terhenyak: Gempa Dahsyat Guncang Rusia Timur dengan magnitudo 8,8 SR

 

Video Gempa Rusia

FB News
- Petropavlovsk-Kamchatsky, Rusia — Langit masih gelap ketika bumi mulai berguncang. Dalam hitungan detik, tanah di Semenanjung Kamchatka pecah oleh gempa berkekuatan magnitudo 8,8, mengguncang Rusia Timur dengan kekuatan yang menggetarkan dunia.


Pukul 08.25 waktu setempat, warga terbangun bukan oleh alarm, melainkan oleh suara gemuruh dari perut bumi. Bangunan bergoyang, kaca pecah, dan jalanan retak. Di kota pelabuhan Severo-Kurilsk, sirene tsunami meraung, memecah kesunyian pagi dan memicu kepanikan massal.

Gelombang Maut Menghampiri. Tak lama setelah gempa, gelombang tsunami setinggi 4 meter menghantam pesisir Severo-Kurilsk. Air laut menerjang dermaga, menghancurkan kapal-kapal nelayan dan merendam pabrik perikanan. Warga yang sempat mengabadikan momen itu menggambarkan gelombang sebagai “tembok air yang datang tanpa ampun.”


Meski kerusakan fisik cukup parah, keajaiban terjadi: seluruh penduduk berhasil dievakuasi tepat waktu. Tidak ada korban jiwa, hanya luka ringan dan trauma yang membekas.

Efek Domino ke Seluruh Dunia. Peringatan tsunami segera menyebar ke seluruh kawasan Pasifik. Jepang, Taiwan, Filipina, hingga Indonesia masuk dalam daftar siaga. Di Jepang, lebih dari 900.000 warga diperintahkan mengungsi. Di Indonesia, 13 daerah pesisir terdampak gelombang kecil, termasuk Jayapura, Sorong, dan Manado.


BMKG mencatat 52 gempa susulan, beberapa di antaranya cukup kuat untuk dirasakan hingga ke wilayah Asia Tenggara.


Ketegangan Global, Gempa ini bukan sekadar bencana lokal. Ia menjadi pengingat bahwa Cincin Api Pasifik masih menyimpan amarah yang tak terduga. Para ahli geologi menyebut gempa ini sebagai “alarm alam” yang bisa memicu aktivitas seismik di wilayah lain.


Pemerintah Rusia menetapkan status darurat di Kamchatka dan Kepulauan Kuril. Tim SAR, militer, dan relawan dikerahkan untuk menilai kerusakan dan memastikan keselamatan warga. (Red)









Monday, June 30, 2025

Agus Kurnia, Buronan Pembunuhan Sadis terhadap Warga Pelayang Raya, Akhirnya Ditangkap di Malaysia

 

FB News - Malaysia (30/6/25), Setelah lebih dari tujuh bulan menjadi buronan, Agus Kurnia Saputra, tersangka utama pembunuhan terhadap Eli Jumini (45), warga Pelayang Raya, akhirnya berhasil ditangkap di Malaysia. Penjemputan tersangka dilakukan secara langsung oleh tim Polres Kerinci yang dipimpin Wakapolres Kompol Eko Prasetyo.


Penangkapan dilakukan berkat koordinasi intensif antara Polri dan otoritas keamanan Malaysia. Dalam video yang beredar, tim Polres Kerinci tampak berada di Bandara Internasional Kuala Lumpur untuk menjemput tersangka dan membawanya kembali ke Tanah Air melalui Bandara Minangkabau, Padang.

Kasus ini berawal dari penemuan jenazah Eli Jumini di ruko pupuk milik tersangka di Desa Lolo Gedang, Kecamatan Bukit Kerman, pada 6 Desember 2024. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Sejak saat itu, Agus menghilang dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Kerinci.


Mobil Honda Jazz milik pelaku yang sempat dijual ke daerah Siulak telah lebih dahulu diamankan oleh penyidik. Upaya pengejaran terhadap Agus ditingkatkan dengan penerbitan surat pencekalan dari Mabes Polri, hingga akhirnya keberadaannya terdeteksi di Malaysia.

“Ini bentuk komitmen kami dalam penegakan hukum. Terima kasih atas dukungan semua pihak yang membantu proses ini, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Kompol Eko Prasetyo di sela penjemputan.


Keluarga korban menyambut kabar ini dengan rasa syukur dan berharap proses hukum berjalan adil dan transparan. Proses penyidikan terhadap tersangka dijadwalkan akan segera dilanjutkan oleh penyidik Satreskrim Polres Kerinci. (DHP)



.

Friday, March 28, 2025

Gempa Dahsyat Guncang Myanmar, Ratusan Korban Jiwa dan Kerusakan Parah

 

Fajarbangsa - Myanmar diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada Jumat, 28 Maret 2025, yang menyebabkan kerusakan besar dan korban jiwa yang signifikan. Episentrum gempa terletak di wilayah Sagaing, dekat Mandalay, dengan kedalaman hanya 10 kilometer, menurut laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Guncangan kuat terasa hingga negara-negara tetangga seperti Thailand, Laos, dan China.


Dampak Gempa ini mengakibatkan lebih dari 144 orang meninggal dunia dan 730 lainnya terluka. Banyak korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan, terutama di kota Mandalay yang mengalami kerusakan terparah. Bangunan-bangunan ikonik, termasuk biara dan jembatan tua, hancur akibat gempa ini. 

Di Thailand, sebuah gedung pencakar langit di Bangkok runtuh, menewaskan beberapa orang dan melukai puluhan lainnya. Pemerintah Thailand telah menetapkan status darurat di Bangkok untuk menangani dampak gempa.


Junta militer Myanmar segera mengumumkan keadaan darurat di enam wilayah yang terdampak parah, termasuk Sagaing dan Mandalay. Tim penyelamat terus berupaya mengevakuasi korban dari reruntuhan, meskipun keterbatasan alat dan sumber daya menjadi tantangan besar. Palang Merah Myanmar juga melaporkan kerusakan signifikan di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.


Sejarah dan Penyebab Gempa,>Gempa ini terjadi di sepanjang Sesar Sagaing, salah satu sesar mendatar paling berbahaya di dunia. Para ahli geologi menyebut bahwa sesar ini memiliki potensi untuk menghasilkan gempa besar karena kedekatannya dengan kota-kota besar seperti Yangon dan Mandalay.


Negara-negara tetangga telah menawarkan bantuan kemanusiaan untuk Myanmar dan Thailand. Upaya internasional diharapkan dapat membantu meringankan beban para korban dan mempercepat proses pemulihan. (Red)

Tuesday, February 4, 2025

Letkol Rosita Aruan: Dari Cita-cita Jadi Polwan Indonesia ke Tentara di Amerika Serikat

 

Fajarbangsa – Kisah inspiratif dan penuh tantangan dari Letkol Rosita Aruan Orchid Baptiste, seorang wanita berdarah Batak dari Sumatera Utara, telah menjadi sorotan publik di Indonesia dan Amerika Serikat. Rosita, yang kini berpangkat Letnan Kolonel di Angkatan Darat Amerika Serikat, awalnya bercita-cita menjadi polisi wanita di Indonesia.


Namun, cita-citanya pupus karena tinggi badan yang tidak memenuhi standar. Tidak menyerah, Rosita melanjutkan perjalanan hidupnya di Amerika Serikat, tempat suaminya berasal dan bertugas sebagai tentara. Dengan tekad dan kerja keras, Rosita berhasil melewati berbagai tantangan dan akhirnya menjadi perwira menengah di militer AS.


Rosita lulusan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) dengan jurusan Perdagangan Internasional. Setelah menyelesaikan studinya, ia sempat bekerja di beberapa perusahaan di Jakarta sebelum menikah dengan seorang tentara Amerika Serikat. Pada tahun 2000, Rosita pindah ke Amerika Serikat dan mulai menghadapi tantangan baru.


Awalnya, Rosita bercita-cita menjadi wartawan, namun kurangnya pengalaman kerja di AS membuat impiannya itu sulit terwujud. Ia mengambil pekerjaan sebagai kasir di restoran cepat saji Burger King dengan gaji 6 dollar 25 sen per jam. Meski mengalami banyak tantangan, semangat Rosita tak pernah padam.


Kesempatan besar datang ketika ia mengetahui peluang untuk bergabung dengan militer AS. Meski jalannya tak mudah, Rosita berhasil melewati ujian dan akhirnya bergabung dengan Angkatan Darat Amerika Serikat. Ia telah bertugas selama lebih dari 11 tahun di berbagai wilayah konflik, termasuk Irak dan Kuwait.


Perjalanan hidup Rosita adalah bukti bahwa tekad dan kerja keras dapat membawa seseorang melampaui batas yang sebelumnya tak terbayangkan. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama wanita Indonesia yang ingin mencapai impian mereka meski menghadapi berbagai rintangan. (Red)