Sports

.
Showing posts with label DAERAH. Show all posts
Showing posts with label DAERAH. Show all posts

Thursday, April 16, 2026

Video : Kades Pakel Jadi Korban Pengeroyokan di Rumahnya, Lumajang Berduka

 

FB News - Lumajang – Tragedi mengguncang Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Kepala Desa Sampurno (45) menjadi korban pengeroyokan belasan orang di rumahnya sendiri pada Rabu, 15 April 2026. Insiden ini menimbulkan kehebohan besar di masyarakat dan kini menjadi sorotan aparat penegak hukum.  


Belasan orang datang menggunakan mobil dan motor, masuk ke rumah korban, dan suasana yang awalnya tampak biasa berubah menjadi tegang. Tanpa banyak kata, rombongan langsung melancarkan serangan brutal dengan pukulan dan senjata tajam. Korban mengalami luka serius di kepala, lengan, dan bahu, hingga harus dilarikan ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk perawatan intensif.  


Polisi telah melakukan olah TKP dan menegaskan komitmen untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan. Fokus penyelidikan adalah mengidentifikasi seluruh pelaku, menyingkap motif di balik aksi kekerasan, serta menjamin keamanan warga Desa Pakel.  


Warga setempat shock dan trauma. Rumah seorang Kades yang seharusnya menjadi simbol perlindungan justru berubah menjadi arena tragedi. Tokoh masyarakat mengingatkan bahwa konflik sosial sekecil apapun bisa meledak menjadi tragedi bila tidak segera diredam.  


Peristiwa ini bukan sekadar kriminal biasa, melainkan alarm keras bagi Lumajang. Rakyat menuntut keadilan, sementara polisi ditantang untuk membuktikan bahwa hukum benar-benar berpihak pada korban. Lumajang berduka, publik menunggu jawaban: siapa dalang di balik serangan sadis terhadap Kades Pakel?  (NN)



Saturday, April 11, 2026

Video Viral, Siswa SMP Tewas Saat Uji Coba Senjata Rakitan

 
FB News - Siak, Riau — Dunia pendidikan kembali dikejutkan oleh tragedi. Seorang siswa SMP Sains Tahfizh Islamic Center, Muhammad Aqil Arizal (15), meninggal dunia setelah senapan rakitan berbasis 3D printing yang ia peragakan dalam ujian praktik sains meledak, Rabu (8/4/2026) pagi.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30–10.30 WIB. Senapan rakitan yang dipamerkan korban tiba-tiba berasap lalu meledak, menimbulkan serpihan yang mengenai tubuhnya. Aqil sempat mendapat pertolongan, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah dimakamkan di Suak Santai, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, pada hari yang sama.

Polres Siak segera melakukan olah TKP dan menyita senapan rakitan sebagai barang bukti. Pihak sekolah menghentikan ujian praktik setelah insiden ini. Video detik-detik ledakan yang beredar di media sosial memicu keprihatinan luas.

Tragedi ini menyoroti lemahnya pengawasan terhadap eksperimen berbahaya di sekolah. Kreativitas siswa memang harus didukung, tetapi tanpa standar keselamatan, inovasi bisa berubah menjadi ancaman. Pemerintah, sekolah, dan orang tua dituntut lebih waspada agar ruang belajar tetap aman bagi masa depan anak bangsa. (NN)



Wednesday, April 1, 2026

Peradi Jambi Akan Gelar Halal Bihalal, Satukan Advokat dalam Silaturahmi

 

FBNews - Jambi, 1 April 2026 – Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) pimpinan Prof. Dr. Otto Hasibuan, SH, MM melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Jambi yang diketuai oleh Dr. Muhammad Syahlan Samosir, SH, MH akan menggelar acara halal bihalal bersama seluruh advokat di bawah naungan DPC Peradi Jambi.  


Acara silaturahmi ini dijadwalkan berlangsung pada 19 April 2026 bertempat di Hotel Aston Jambi, dengan mengundang seluruh advokat anggota DPC Peradi Jambi.  


Halal bihalal ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat solidaritas profesi, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga marwah dan integritas advokat di Jambi.  


Ketua DPC Peradi Jambi, Dr. Muhammad Syahlan Samosir, SH, MH, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tradisi pasca-Ramadan, tetapi juga wadah konsolidasi organisasi. “Melalui halal bihalal, kita ingin meneguhkan semangat kebersamaan dan memperkuat sinergi antaradvokat dalam menjalankan tugas profesi yang mulia,” ujarnya.  


Dengan dukungan penuh dari Peradi pusat di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Otto Hasibuan, SH, MM, acara ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi yang berkesan, sekaligus memperkokoh eksistensi Peradi Jambi sebagai wadah resmi advokat di daerah.  (AKH)








Sunday, March 29, 2026

Mengungkap Formula Semen Lokal Sumatra di Bawah Tahun 1900 M Sebelum Era Portland

 

 

Sejarah semen di Sumatra tidak bisa dilepaskan dari jalur perdagangan internasional. Sebelum tahun 1900, semen rakyat sudah dipakai untuk membangun masjid, rumah gadang, benteng, dan istana. Formula itu bukan sekadar hasil eksperimen lokal, melainkan juga buah dari pertemuan budaya dengan para pedagang asing—khususnya pedagang Turki yang menjejakan piramida dagang mereka di pesisir Sumatra.  


Para pedagang Turki membawa lebih dari sekadar rempah dan kain. Mereka memperkenalkan teknik mortar kapur yang sudah lama dipakai dalam arsitektur Islam di Istanbul dan Anatolia. Kapur bakar dicampur dengan pasir halus dan air, menghasilkan perekat yang lentur dan tahan iklim lembap. Teknik ini kemudian dipelajari dan diadaptasi oleh masyarakat Aceh dan Minangkabau, lalu menyebar ke Jambi. Masjid tua di pesisir Sumatra menjadi bukti nyata bahwa formula semen ala Turki benar-benar dipraktikkan.  


Belanda kemudian masuk dengan sistem masonry Eropa. Mereka memperkenalkan pencampuran kapur dan pasir dengan takaran lebih terukur, dipadukan dengan bata merah untuk bangunan kolonial. Sementara itu, pengaruh Jerman hadir lewat teknologi kiln—pembakaran kapur bersuhu tinggi—yang kelak menjadi dasar semen Portland. Namun, semua pengaruh luar ini tidak menghapus identitas lokal. Orang Sumatra tetap mengolah bahan alam mereka sendiri: kapur, tanah liat, pasir, bahkan putih telur sebagai penguat alami.  


Bangunan-bangunan bersejarah yang masih berdiri hingga kini menjadi saksi nyata. Istana Maimun di Medan (1888–1891), dengan perpaduan arsitektur Melayu, Islam, Spanyol, India, dan Italia, tetap kokoh. Masjid Raya Al-Osmani (1872), masjid tertua di Medan, masih berdiri dengan perekat tradisional. Benteng Van der Capellen di Batusangkar (1820-an) dan Benteng De Kock di Bukittinggi (1825) adalah bukti bahwa semen rakyat mampu menopang bangunan kolonial. Masjid Raya Binjai dari abad ke-19, Gedung Balai Kota Lama Padang, dan Gedung London Sumatra di Medan juga menunjukkan jejak mortar kapur lokal. Bahkan Kompleks Percandian Muaro Jambi yang berasal dari abad ke-9 hingga ke-14, meski jauh lebih tua, tetap menjadi bukti bahwa perekat tradisional sudah lama dipakai di Sumatra.  


Ketika pabrik Semen Padang berdiri pada 1910, ia bukanlah titik awal, melainkan kelanjutan dari perkembangan semen tradisional yang sudah lebih lama ada di Sumatra. Semen Portland hanyalah bab baru dalam perjalanan panjang perekat lokal yang telah membuktikan kekuatannya. Bangunan tua yang masih tegak hingga kini adalah bukti nyata bahwa semen rakyat Sumatra tetap kokoh, bahkan melampaui kolonialisme.  


Semen modern hanyalah kelanjutan, bukan awal. Yang sejati adalah semen rakyat—warisan kokoh yang lahir dari kreativitas lokal, diperkaya oleh pedagang Turki, sistem Belanda, dan teknologi Jerman. Warisan ini layak kita ingat kembali, bukan sekadar sebagai catatan sejarah, tetapi sebagai pengingat bahwa Sumatra sudah lama berdiri di atas fondasi yang mereka ciptakan sendiri.  (Red)









Monday, March 16, 2026

Reputasi Bank 9 Jambi di Ujung Tanduk

 

FB News - Bank Jambi bukan baru sekali ini jadi sorotan. Sejarah panjang masalah internal sudah lama menghantui: mulai dari kasus pegawai yang menilep dana nasabah, hingga skandal korupsi miliaran rupiah yang melibatkan oknum di dalamnya. Semua itu meninggalkan noda yang belum sepenuhnya hilang. Dan hari ini, noda lama itu seakan menemukan puncaknya: sistem Bank Jambi rusak, saldo nasabah hilang, dan ribuan orang harus berdesakan hanya untuk mengambil uang tunai jelang Lebaran.  


Publik melihat langsung betapa rapuhnya manajemen bank daerah ini. Tidak ada aktivitas penggantian kartu ATM, tidak ada sistem antrean digital, yang ada hanya kerumunan panjang di cabang-cabang. Pegawai kewalahan menghadapi amarah nasabah, media ramai menyiarkan keributan, dan suasana yang seharusnya penuh sukacita berubah menjadi panggung frustrasi. Antrean panjang jelang Lebaran bukan sekadar masalah teknis, melainkan simbol runtuhnya kepercayaan publik.  

Di balik semua itu, pemerintah daerah sebagai pemegang saham utama justru terlihat menggunakan cara otoriter. ASN dan pihak yang berurusan keuangan dengan Pemda tetap diarahkan ke Bank Jambi, seolah-olah tidak ada pilihan lain. Publik melihatnya sebagai pemaksaan terselubung—bar-bar dalam arti mempertahankan simbol bank daerah dengan aturan administratif, bukan dengan kualitas layanan. Akibatnya, bukan hanya reputasi bank yang runtuh, tapi juga wibawa pemerintah daerah ikut tercoreng.  


Mengaku salah memang sudah dilakukan, tapi publik tidak butuh kata-kata manis. Mereka butuh solusi nyata, hari ini, bukan besok. Bank Jambi harus segera menambah jalur layanan darurat, membuka posko khusus penarikan tunai agar antrean tidak menumpuk di cabang utama, dan berani bekerja sama sementara dengan bank mitra untuk membantu distribusi layanan keuangan. Komunikasi aktif setiap hari juga wajib dilakukan, bukan sekadar siaran pers, melainkan update rutin yang membuat masyarakat merasa diperhatikan. Dan yang paling penting, transparansi penuh atas hasil investigasi harus diumumkan, karena publik lebih percaya pada kejujuran daripada janji kosong.  


Reputasi bank daerah tidak bisa dipertahankan dengan paksaan administratif. Kepercayaan publik hanya bisa kembali jika ada tindakan nyata yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekarang. Jika tidak, Bank Jambi akan terus dikenal sebagai bank daerah yang mempertahankan simbol dengan cara otoriter, bukan dengan pelayanan yang layak. Dan ketika reputasi benar-benar jatuh, dampaknya bukan hanya pada bank, tapi juga pada pemerintah daerah yang menjadi pemegang saham.  


Opini: Adv. Yan Salam Wahab, SHI. M.Pd

Sunday, January 4, 2026

Aksi Spektakuler Pengurus Wilayah LSM Talago Batuah Provinsi Bengkulu: Pengawasan Perkebunan Disatukan dengan Hunting Bersama Perbakin

 

 

FB News - Bengkulu – Pengurus Wilayah LSM Talago Batuah Provinsi Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan keamanan masyarakat. Dalam kegiatan rutin kali ini, mereka melakukan pengawasan wilayah perkebunan sekaligus menggelar hunting bersama Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin). Hunting difokuskan pada pembasmian hama babi yang selama ini meresahkan petani dan merusak tanaman perkebunan.  


Tim LSM Talago Batuah meninjau sejumlah titik perkebunan untuk memastikan tata kelola lahan berjalan sesuai aturan, tidak menimbulkan konflik, serta berpihak pada kepentingan masyarakat. Pengawasan ini juga menjadi sarana membangun komunikasi dengan pihak perusahaan agar tercipta suasana kondusif dan berkelanjutan.  

Ketua Wilayah LSM Talago Batuah Provinsi Bengkulu, M. Asyur, SE, menegaskan komitmen organisasi dalam menjaga keberlanjutan perkebunan sekaligus membantu petani menghadapi ancaman hama. “Kegiatan pengawasan perkebunan ini adalah komitmen kami untuk memastikan tata kelola lahan berjalan sesuai aturan dan berpihak pada masyarakat. Dengan hunting bersama Perbakin dan dukungan perusahaan, kami membantu petani membasmi hama babi sekaligus menanamkan kedisiplinan, konsentrasi, serta rasa tanggung jawab bagi anggota. Sinergi ini menjadi bukti bahwa LSM, lembaga resmi, dan dunia usaha dapat bekerja bersama demi keamanan dan ketertiban di Bengkulu.”  


Hunting bersama Perbakin tidak hanya menjadi solusi praktis bagi petani, tetapi juga membangun solidaritas antarorganisasi. Perwakilan Perbakin Bengkulu menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat sipil dan pihak perusahaan.  


Masyarakat sekitar menyambut baik kegiatan gabungan ini karena dinilai mampu memperkuat koordinasi antara organisasi masyarakat sipil, lembaga resmi, dan dunia usaha. Sinergi tersebut diharapkan menjadi contoh kolaborasi positif dalam menjaga keamanan wilayah perkebunan sekaligus mempererat hubungan sosial di Bengkulu.  (NN)