Sports

.
Showing posts with label Sains Teknologi INTER. Show all posts
Showing posts with label Sains Teknologi INTER. Show all posts

Sunday, March 29, 2026

Mengungkap Formula Semen Lokal Sumatra di Bawah Tahun 1900 M Sebelum Era Portland

 

 

Sejarah semen di Sumatra tidak bisa dilepaskan dari jalur perdagangan internasional. Sebelum tahun 1900, semen rakyat sudah dipakai untuk membangun masjid, rumah gadang, benteng, dan istana. Formula itu bukan sekadar hasil eksperimen lokal, melainkan juga buah dari pertemuan budaya dengan para pedagang asing—khususnya pedagang Turki yang menjejakan piramida dagang mereka di pesisir Sumatra.  


Para pedagang Turki membawa lebih dari sekadar rempah dan kain. Mereka memperkenalkan teknik mortar kapur yang sudah lama dipakai dalam arsitektur Islam di Istanbul dan Anatolia. Kapur bakar dicampur dengan pasir halus dan air, menghasilkan perekat yang lentur dan tahan iklim lembap. Teknik ini kemudian dipelajari dan diadaptasi oleh masyarakat Aceh dan Minangkabau, lalu menyebar ke Jambi. Masjid tua di pesisir Sumatra menjadi bukti nyata bahwa formula semen ala Turki benar-benar dipraktikkan.  


Belanda kemudian masuk dengan sistem masonry Eropa. Mereka memperkenalkan pencampuran kapur dan pasir dengan takaran lebih terukur, dipadukan dengan bata merah untuk bangunan kolonial. Sementara itu, pengaruh Jerman hadir lewat teknologi kiln—pembakaran kapur bersuhu tinggi—yang kelak menjadi dasar semen Portland. Namun, semua pengaruh luar ini tidak menghapus identitas lokal. Orang Sumatra tetap mengolah bahan alam mereka sendiri: kapur, tanah liat, pasir, bahkan putih telur sebagai penguat alami.  


Bangunan-bangunan bersejarah yang masih berdiri hingga kini menjadi saksi nyata. Istana Maimun di Medan (1888–1891), dengan perpaduan arsitektur Melayu, Islam, Spanyol, India, dan Italia, tetap kokoh. Masjid Raya Al-Osmani (1872), masjid tertua di Medan, masih berdiri dengan perekat tradisional. Benteng Van der Capellen di Batusangkar (1820-an) dan Benteng De Kock di Bukittinggi (1825) adalah bukti bahwa semen rakyat mampu menopang bangunan kolonial. Masjid Raya Binjai dari abad ke-19, Gedung Balai Kota Lama Padang, dan Gedung London Sumatra di Medan juga menunjukkan jejak mortar kapur lokal. Bahkan Kompleks Percandian Muaro Jambi yang berasal dari abad ke-9 hingga ke-14, meski jauh lebih tua, tetap menjadi bukti bahwa perekat tradisional sudah lama dipakai di Sumatra.  


Ketika pabrik Semen Padang berdiri pada 1910, ia bukanlah titik awal, melainkan kelanjutan dari perkembangan semen tradisional yang sudah lebih lama ada di Sumatra. Semen Portland hanyalah bab baru dalam perjalanan panjang perekat lokal yang telah membuktikan kekuatannya. Bangunan tua yang masih tegak hingga kini adalah bukti nyata bahwa semen rakyat Sumatra tetap kokoh, bahkan melampaui kolonialisme.  


Semen modern hanyalah kelanjutan, bukan awal. Yang sejati adalah semen rakyat—warisan kokoh yang lahir dari kreativitas lokal, diperkaya oleh pedagang Turki, sistem Belanda, dan teknologi Jerman. Warisan ini layak kita ingat kembali, bukan sekadar sebagai catatan sejarah, tetapi sebagai pengingat bahwa Sumatra sudah lama berdiri di atas fondasi yang mereka ciptakan sendiri.  (Red)









Monday, February 3, 2025

Bambang Bayu Suseno Siap Dilantik Sebagai Bupati Muaro Jambi Pasca Putusan MK

 

Fajarbanhsa - Muaro Jambi, 4 Februari 2025 – Bambang Bayu Suseno menyatakan kesiapannya untuk dilantik sebagai Bupati Muaro Jambi setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan sengketa dari pasangan lawannya, Zuwanda-Sawaludin, pada hari ini. Pelantikan dijadwalkan akan segera dilakukan, namun lokasi pelantikan belum ditentukan. Pelantikan ini diharapkan akan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting serta masyarakat setempat.


Pasangan Bambang Bayu Suseno - Junaidi berhasil memenangkan Pilkada 2024 dengan meraih 73.434 suara, menjadikan mereka pemimpin baru di Kabupaten Muaro Jambi. Dalam sambutannya, Bambang menyatakan komitmennya untuk membawa perubahan positif bagi daerah tersebut.



"Saya berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat Muaro Jambi. Saya dan Junaidi akan bekerja keras untuk mewujudkan program-program yang telah kami janjikan selama kampanye. Fokus utama kami adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperbaiki infrastruktur, dan mengembangkan potensi daerah," ujar Bambang Bayu Suseno dalam pidatonya.


Bambang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan bekerja sama dalam membangun Muaro Jambi. "Kami tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat untuk mencapai tujuan bersama," tambahnya.


Masyarakat Muaro Jambi menyambut pelantikan ini dengan penuh harapan. Mereka berharap kepemimpinan Bambang Bayu Suseno dapat membawa perubahan yang signifikan dan menjadikan Muaro Jambi lebih maju dan sejahtera.


Dalam perjalanan kariernya, Bambang Bayu Suseno dikenal sebagai sosok yang gigih dan berdedikasi. Sebelum terjun ke dunia politik, ia pernah menjalani berbagai profesi, termasuk menjadi penjual es dan sopir angkot. Pengalaman hidupnya yang beragam menjadikannya lebih memahami kebutuhan dan aspirasi masyarakat.


Pelantikan ini menandai awal baru bagi Kabupaten Muaro Jambi. Bambang Bayu Suseno dan Junaidi kini mengemban tanggung jawab besar untuk membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih baik. (Red)

Sunday, April 23, 2017

25-4-1990: Teleskop Hubble, Sang Pengungkap Misteri Jagat

TEKNOLOGI
Jerih payah perjuangan meluncurkan Teleskop Hubble terbayarkan.
Teleskop Hubble (wikimedia.org)

Monday, April 17, 2017

Satelit Murah Picu Sampah Luar Angkasa

Akan ada 1.300 satelit yang mengorbit di Bumi mulai tahun depan.
Internasional, fajarbangsa.co.id – Ilmuwan mulai merasa khawatir dengan banyaknya satelit murah yang diterbangkan ke orbit. Saking banyaknya, satelit komunikasi yang bertengger di orbit bisa meningkatkan sampah di luar angkasa.
Mereka menyebut kumpulan itu sebagai mega-konstelasi yang terdiri atas ribuan satelit komunikasi. Mega-konstelasi bisa menyebabkan tabrakan antarsatelit. Akibat tabrakan satelit itu, sampah di orbit Bumi akan semakin tidak terelakkan.
"Dalam simulasi 200 tahun yang kami lakukan, menunjukkan adanya mega-konstelasi yang mampu menciptakan 50 persen risiko tabrakan antarsatelit yang tidak terhindarkan," ujar ahli teknik penerbangan luar angkasa di University of Southampton, Dr. Hugh Lewis, seperti dikutip dari Herald Scotland.
Banyaknya satelit yang direncanakan akan menghuni orbit Bumi dikarenakan semakin murahnya ongkos produksi. Diperkirakan ada 1.300 satelit aktif yang akan mulai diluncurkan tahun depan.
"Ini akan berakhir dengan meningkatnya jumlah sampah luar angkasa di orbit," katanya.
Dalam studi yang dilakukan Lewis, yang didanai European Space Agency, berhasil memetakan beberapa solusi yang bisa dilakukan untuk mencegah tabrakan dan meningkatnya sampah luar angkasa. Salah satunya dengan mengurangi waktu tinggal satelit di orbit. Jika memang sudah kedaluwarsa, maka harus segera dinonaktifkan.
"Selain itu, kita bisa membuat satelit berukuran lebih kecil dari biasanya, lebih ringan, dan menambahkan sistem propulsi di dalamnya. Kita juga harus membuat misi untuk memindahkan atau mengambil satelit yang tidak lagi digunakan," ujar Lewis.

Sumber " Viva.co.id"

Saturday, April 15, 2017

Toyota Ingin Lihat Seberapa Kuat “Small MPV” Mitsubishi

Friday, February 26, 2016

Cara Inovatif Gunakan Kembali Gelas Plastik

 
VA.com, Tekhnologi - Plastik, masalah paling mematikan dari dunia ini. Jika Anda membuang kertas di mana saja, itu akan membusuk dan tidak akan menyumbat apa pun. Namun, plastik tidak seperti bahan yang mudah terurai.
Jika Anda membuangnya di mana saja, plastik tetap sama, bahkan setelah beberapa tahun. Namun, bagaimana hidup tanpa plastik? Banyak barang menggunakan plastik seperti botol plastik, cangkir plastik, piring plastik, hampir semua menggunakan plastik. 
Agar lingkungan tetap bersih, Anda harus tahu tips penting untuk menggunakan bahan-bahan yang menggunakan plastik. Berikut cara inovatif untuk menggunakan kembali gelas plastik, seperti dilansir laman Boldsky.
Tempat sikat gigi
Bila sudah tidak digunakan sebagai tempat minum, gelas plastik dapat digunakan kembali untuk dijadikan tempat sikat gigi di kamar mandi. Jadi, Anda tidak perlu membuang uang untuk membeli tempat sikat gigi lagi.
Menyimpan aksesori
Ini adalah salah satu tips berguna untuk menggunakan kembali gelas plastik. Mungkin ada barang Anda yang bisa disimpan di gelas plastik, seperti aksesori Anda, atau barang lainnya.
Tempat koin
Koin dapat membuat rumah Anda berantakan, dengan menggunakan gelas plastik koin-koin tersebut dapat tersimpan rapih di rumah Anda.
Membuat es
Gelas plastik dapat juga digunakan untuk membuat es lolipop. Dengan menggunakan gelas plastik, Anda dapat menjaga lingkungan tetap bersih tanpa menambah plastik untuk dunia.
Bibit tanaman 
Apakah Anda memiliki hobi berkebun? Dengan menggunakan gelas plastik, Anda dapat menanam bibit di dalamnya. Ketika tanaman sudah mulai tumbuh, Anda bisa memindahkan ke wadah yang lebih besar.